EVENT RAMADHAN

Guna memanjakan pendengar RalFM kami siap memberikan yang terbaik untuk warga sulawesi utara... Full story

Advertising Rates

Daftar harga yang di tawarkan oleh RALFM terjangkau untuk semua kalangan ... Full story

Latest additions

PILWAKO MANADO 2015

PILWAKO MANADO 2015

MENARIK disimak peta perpolitikan saat ini jelang Pemilihan Walikota (Pilwako) Kota Manado tahun 2015. Beberapa bakal calon, baik calon walikota maupun calon wakil walikota terus melakukan manuver-manuver pribadi maupun dalam partai, sebelum masuk pada penjaringan sebenarnya oleh Partai Politik (Parpol) pengusung, baik Partai Demokrat, PDI Perjuangan, Golkar, Gerindra dan parpol lainnya. Walaupun saat ini masih menunggu revisi Undang -Undang (UU) Pilkada, setelah Perpu nomor 1 tahun 2014 tentang pemilihan gubernur, bupati, walikota dan Perppu nomor 2 tahun 2014 tentang pemerintah daerah, dimana pada tanggal 20 Januari 2015 telah disetujui oleh DPR RI menjadi UU untuk kemudian direvisi beberapa hal penting diantaranya, Penjadwalan Pilkada, pengaturan pelaksana tugas (Plt) kepala daerah, dan pasal mengenai calon dan pasangan calon. Namun euforia dukung mendukung dan pencitraan calon di Kota Manado sudah mulai terlihat. Dari semua Parpol yang ada, kalau kita mengacu pada Perpu Pilkada yang sudah menjadi UU itu (baca:direvisi), maka Partai Demokrat boleh “mengelus dada” dengan perolehan 9 kursi di DPRD Manado hasil Pemilu legislatif tahun 2014 lalu, yang memastikan Partai Demokrat satu-satunya yang memperoleh tiket mengusung calon walikota sesuai aturan 20 persen dari perolehan kursi di DPRD Manado. Jadi jumlah seluruh 40 kursi di DPRD Manado sesuai Pasal 40 Perpu Pilkada tersebut (baca : UU Revisi) jika dibagi dengan 20 persen maka didapatkan 8 kursi sebagai syarat minimal mengusung calon walikota berdasarkan jumlah kursi tersebut. Sedang partai lainnya, seperti PDI Perjuangan, Golkar, Gerindra, Nasdem, PAN, Hanura, PPP dan lainnya harus berkoalisi untuk peroleh tiket yang sama sebelum nantinya resmi bertanding pada Pilwako 2015. Berkaca dari 6 fraksi di DPRD Manado, Fraksi Gerindra bersama PKS dan PPP dengan jumlah 8 kursi bisa mengusung calon di Pilwako dengan syarat mereka tetap utuh atau PKS dan PPP tidak berkoalisi dengan partai lainnya untuk memenuhi syarat 20 persen tersebut. 6 Fraksi itu yakni : 1. Fraksi Partai Demokrat (utuh 9 kursi) 2. Fraksi PDIP (utuh 6 kursi) 3. Fraksi Golkar + PKPI (6 kursi) 4. Fraksi Gerindra + PKS + PPP ( 8 kursi) 5. Fraksi PAN (utuh 4 kursi) 6. Fraksi Harapan Nasional (Hanura + NasDem): 7 kursi Namun demikian, tentunya jika tahapan Pilwako segera dimulai dan incumbent yang adalah jagoan Partai Demokrat, GS Vicky Lumentut dan Harley B Mangindaan (Ai), terlihat lebih dahulu melakukan pencitraan di Kota Manado. Malah, Vicky dan Ai Mangindaan terkesan saling berlomba “mencuri hati” warga dengan berbagai aktifitas mereka berdua yang terus menghiasi halaman pemberitaan berbagai media serta berbagai sosial media (sosmed). Tak ketinggalan sejumlah nama calon lainnya mulai dielus untuk maju pada suksesi orang nomor satu di Kota Manado, seperti Richard Kainage, Jimmy Asiku, Audy Lieke, Jackson Kumaat, Richard Sualang, Teddy Kumaat, Andre Angouw, Ferdinand Mewengkang, Hanny Jos Pajow, Denny Sondakh, dan figur lainnya. Banyak hal menarik mengenai figur-figur tersebut. Namun beberapa hal tampaknya menarik untuk dibahas, yakni mengenai calon incumbent Vicky dan Ai, serta kekuatan koalisi partai besar PDI Perjuang, Golkar maupun Gerindra. Pertanyaannya apakah Vicky dan Ai akan tetap bersanding atau akan saling bersaing ? Siapakah calon yang akan dimunculkan PDI Perjuangan, Golkar, Gerindra maupun koalisi partai lainya ? Menjawab hal itu tentu bukan persoalan mudah, sebab dalam politik tidaklah sama dengan hitung-hitungan pada bilangan matematika. Tetapi ada beberapa analisa yang ada, yakni calon incumbent Vicky dan Ai yang terkabar “retak” tentulah merupakan kabar baik bagi lawan-lawan politik dari Partai Demokrat. Jika benar adanya, dipastikan Vicky dan Ai akan berperang untuk mendapatkan kendaraan Partai Demokrat. Vicky Lumentut adalah Ketua DPD Partai Demokrat Sulut, dan Ai Mangindaan adalah anak dari EE Mangindaan yang merupakan orang kuat di partai berlambang mercy tersebut, yakni sebagai Ketua Dewan Pembina. Banyak spekulasi terangkat saat ini mengenai pasangan incumbent tersebut. Tetapi dari semua itu keduanya tak akan sulit untuk mendapatkan kendaraan politik di luar partai Demokrat. Fatalnya jika benar keduanya tak lagi sejalan untuk berpasangan, jelas keretakan itu akan mempengaruhi secara internal partai Demokrat Sulut yang dipimpin GS Vicky Lumentut tersebut. “Hak kesulungan” tentunya masih dipegang Vicky, tetapi bisa saja diberikan kepada Ai yang notabene anak pendiri partai, ataupun melihat dari hasil survei seperti yang dilakukan selama ini. Keduanya atau pendukung Vicky dan Ai saat ini sama-sama mengklaim sebagai calon yang paling dikenal saat ini di Kota Manado. Ai yang masih muda dan energik ini adalah hal yang wajar menginginkan kursi orang nomor satu di Manado. Sementara Vicky yang super pengalaman masih enggan maju pada Pemilihan Gubernur (Pilgub), tentunya memilih berperang lagi mempertahankan kursi empuknya itu. Menarik untuk disimak manuver-manuver politik keduanya, yang akan pula dimanfaatkan calon lainnya dari PDIP, Golkar, Gerindra maupun koalisi seat dan non seat lainnya yang seolah mendapat “angin segar” dengan perebutan kendaraan politik Demokrat dari Vicky dan Ai. Namun, calon-calon lainnya harus pandai-pandai melihat situasi atau drama politik. Bisa saja Vicky dan Ai saat ini menerapkan politik piramida. Apa politik piramida itu ? Yah…. Vicky dan Ai saat ini seolah retak, dan saling berusaha mencitrakan diri sekuatnya di masyarakat secara luas, tetapi kemudian pada titik tertentu akan bertemu dan bersatu dengan menggalang kekuatan mereka masing-masing yang sudah terbentuk untuk satu kata yang beken diucapkan mantan Presiden SBY, “lanjutkan.” Ketika di posisi itu, maka Vicky dan Ai tentunya bakal sulit terkalahkan oleh calon-calon lainnya, karena masing-masing sudah terkondisikan dengan berbagai dukungan dari semua kalangan masyarakat di Kota Manado. Kalau sudah begitu Pilwako 2015 tak akan menarik. Apa yang menarik ? Yah Ai harus tampil berani untuk keluar dari bayang-bayang sebagai orang nomor dua di Manado dan bisa bersaing sebagai pembuktian diri untuk melawan Vicky dan calon walikota lainnya. Jika demikian, maka PDIP, Golkar, Gerindra dan koalisi partai lainnya akan mempunyai peluang untuk memenangi pula calon-calon mereka. Sebab, jelas PDIP akan memunculkan kadernya, seperti Andre Angouw, Richard Sualang dan Teddy Kumaat untuk mengisi kursi calon walikota. Golkar pun akan mengusung Denny Sondakh, Hanny Jos Pajow. Tetapi bisa kemungkinan terjadi koalisi merah dan kuning yang tak bisa dipandang sebelah mata oleh Vicky dan Ai sebagai calon incumbent. Sementara Gerindra dan koalisinya, ada beberapa nama menonjol seperti Audy Lieke dan Ferdinand Mewengkang. Namun bisa saja Vicky Lumentut yang mempunyai kedekatan dengan Ketua DPD Gerindra Sulut, Glenny Kairupan akan mendapatkan Gerindra dan koalisinya jika terdepak dari Demokrat. Sementara nama-nama seperti Richard Kainage ataupun Jimmy Asiku dengan kekuatan finansial yang mumpuni bisa menjadi kuda hitam dengan kekuatan baru bagi warga Manado yang menginginkan Walikota dari kalangan profesional atau pengusaha sukses. Menarik disimak !

Radio

Get the Flash Player to hear this stream.

Log in

Featured author

mas rudi